Suaratoday.com (Bekasi)- Sebagian Warga Perum Grand Cikarang City Blok Sakura mengeluh banjir disetiap hujannya diduga karena normalisasi yang asal-asalan dan tidak jelas kelanjutannya oleh pihak Developer Cinity, perwakilan wargapun mendatangi kekantor Cinity, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Senin 17/04/2023.
“Tiap hujan Blok A dan D sakura selalu banjir apa lagi normalisasi tidak berlanjut dan gak tau kejelasan kedepan nya, saya harap normalisasi berlanjut lagi biar berkurang banjir nya, apa lagi blok kita sudah kasih uang solar”. Terang RT Tardi

Tegas Warga “Kebetulan rumah saya di sakura blok D, menurut saya banyak kejanggalan terkait penanganan banjir di Perum Grand Cikarang City sehingga banjirpun masih melanda disetiap hujannya diduga disebabkan karena normalisasi yang kurang serius dalam pengerjaannya sehingga hasilnya yang kurang Maksimal seperti lumpur masih ada pendangkalan bahkan normalisasi disetop tanggal 18/03/2023 dan tidak dilanjutkan pengerjaannya sampai saat ini”.
Lanjut,” normalisasi berhenti hanya sampai depan sakura blok A dan Sakura depan Blok D, Lebih kagetnya saya dapat laporan dari ketua RT ada oknum yang minta duit kordinasi untuk solar bahan bakar alat berat oleh oknum di lapangan sebesar 1.000.000 disetiap RT nya, hal inipun dibenarkan oleh pak Tardi RT02/27 bahwasannnya memang benar ada pemintaan uang. jika ini benar maka akan saya laporkan”. Ungkap Firman Sahid Pimred suaratoday.com
Tegas Daniel Reinhard selaku Estate Manager Cinity. “Biar sama-samalah inikan didepan luas sekali kalo arah depeloper jugakan lebih kearah yang memang kami fokusnya kepembangunan bukan yang udah selesai yang sudah jadi sehingga mata kami tidak fokus kesana lagi. Kalau memang gitu dirutinkan juga kerja baktinya satu bulan sekali dan nanti kita bantu kirim alat atau kirim orang, intinya kami akan bantu. Jangn jadi masalah dulu baru kami turun, yang tinggal disana juga harus menjaga dan kita jaga bareng-bareng biar bersih dari sampah.
Untuk pemintaan uang solar bukan dari kami itu diluar dari kami, oknum itu diluar cinity.
Kelanjutan normalisasi RWnya kenapa tidak mengarahkan alat beratnya waktu itu kelokasi agar dikerjakan, nanti akan kita bahas soal menurunkan alat berat kami akan adakan pertemuan lagi ya.
Terkait uang bensin yang digunakan untuk pompa air sebesar 1.000.000 akan di rembes akan kita ganti tapi kita ikuti sesuai SOP nya harus ada struk dan harus ada ttdnya yang bersangkutan intinya harus ikuti prosedurnya”.Ucap Daniel Reinhard selaku Estate Manager Cinity. (Red)





