Yakin Kliennya Tak Bersalah, Pengacara Tahir Ajukan Duplik Terhadap Replik JPU

SUARAToday.Com (BATAM) – Usai dibacakan pledoi atau nota pembelaan pekan lalu pada sidang Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng, kini giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan replik. Replik setebal 41 halaman itu dibacakan oleh JPU Rosmalina Sembiring, Senin (25/11) pagi di Pengadilan Negeri Batam. Secara garis besar, isi replik JPU menolak beberapa bagian pledoi yang dibacakan pengacara Tahir, Supriyadi SHI, MH dan Abdul Kodir Batubara SH sebelumnya.

Rosmalina mengemukakan, salah satu isi pledoi adalah tentang keabsahan kesaksian saksi korban Ludjianto Taslim. Meski tidak hadir dalam persidangan, namun telah dibacakan kesaksiannya. Dan hal ini menurut JPU sah menurut hukum. Selain itu, JPU mengemukakan alasan, sudah secara sah dan patut memanggil Ludjianto Taslim yang sedang berada di Amerika Serikat. “Tapi Ludjianto Taslim sedang sakit,” katanya.

Sementara itu, Pengacara Supriyadi melalui Abdul Kodir Batubara mematahkan seluruhnya alasan JPU sebagaimana diuraikan dalam replik. Abdul mengemukakan, salah satu alasan JPU mengatakan pembacaan kesaksian saksi korban Ludjianto Taslim adalah sah. Namun menurut Abdul, kesaksian tersebut hanyalah bukti surat. Tidak sebagai kesaksian mutlak yang datang dari Ludjianto Taslim.

“Jadi menurut kami ada lompatan logika dari JPU. Bahwa saat BAP di Polisi saksi korban Ludjianto Taslim telah disumpah adalah benar, Tetapi tidak serta merta BAP itu menjadi sah hanya dibacakan semata di depan persidangan. Kalau kita tarik berdasarkan pasal 184 KUHAP jelas runutan pemeriksaan ini. Pada prinsipnya, kami menolak segala replik itu,” tegas Abdul Kodir Batubara usai persidangan.

Selain itu kata Abdul, pada pledoi pekan lalu, telah diuraikan bantahan-bantahan tuntutan JPU terhadap kliennya. Meski begitu, Abdul Kodir menghormati isi replik JPU. Hanya saja, ia yakin pledoi yang telah dibacakan di muka persidangan, mengisyaratkan Tahir Ferdian terbebas dari jeratan hukum.

“Kami yakin bebas, Karena alasan dan bukti kami jelas pada pledoi. Kami berharap, Yang Mulia Majelis Hakim bisa melihat secara objektif fakta persidangan. Lagi pula, penjualan aset yang dituduhkan tidak benar. Itu hanya perbaikan semata pada mesin itu, karena ada renovasi. Jadi secara komperehensif kami sudah sampaikan pada pledoi,” tambah Abdul Kodir.

Ia mengatakan, bersama timnya dari Kantor Law Firm Supriyadi dan Associates terhadap replik JPU, akan ditanggapi dalam duplik Kamis (28/11/2019) ini. Sidang yang digelar di ruang persidangan Mudjono itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwi Nuramanu. Didampingi Anggota Mejelis Abdul Taufik Nainggolan dan Yona Lamerosa Ketaren.

Seperti diketahui, perkara tersebut bergulir terkait aset PT. Taindo Citratama. Tahir sebagai Komisaris dan Ludjianto Taslim sebagai Direktur sebelumnya dan sama sama memiliki aset senilai 50 persen atas PT. Taindo Citratama tersebut.

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi plastik yang terletak di Sekupang sudah ada belasan tahun. Hanya saja, menurut keterangan di persidangan tak jalan. Sekitar tahun 2016 terjadi selisih paham antara kedua nya, Dan bergulir sampai ke pengadilan perkaranya. Pada sidang-sidang sebelumnya, Tahir membantah semua dakwaan yang dialamatkan.

Tahir mengatakan, tidak pernah menjual mesin seperti yang didakwakan. Ia aminkan mesin itu sudah berpindah dari lokasi Sekupang ke Bukti Senyum. Hanya saja bukan untuk dijual. Melainkan untuk diperbaiki, Dan hal ini juga dibenarkan saksi Willian yang disebut-disebut sebagai calon pembeli.

“Mesin itu ada yang sampai 30 tahun lebih. Mau diperbaiki, Dan bukan untuk dijual. Itu tidak benar semua yang dituduhkan,” ujar Tahir. (Red/Dea/Lw).